makalah metode ceramah
METODE CERAMAH

OLEH :
AGUSTINA
SILITONGA 1607061228
DOSEN
PENGAMPU : DWI CHAYADI WIBOWO, M.Pd
PROGRAM
STUDI : S1 PGSD
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSADA
KHATULISTIWA
SINTANG
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul metode ceramah.
Makalah yang ditulis penulis ini berbicara mengenai metode
ceramah. Penulis menuliskannya dengan mengambil dari beberapa sumber baik dari
buku maupun dari internet dan membuat gagasan dari beberapa sumber yang ada
tersebut.
Penulis berterima kasih kepada
beberapa pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini.
Hingga tersusun makalah yang sampai dihadapan pembaca pada saat ini.
Penulis juga menyadari bahwa makalah yang penulis tulis ini
masih banyak kekurangan. Karena itu sangat diharapkan bagi pembaca untuk
menyampaikan saran atau kritik yang membangun demi tercapainya makalah yang
lebih baik.
Sintang, 01 Oktober 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA
PENGANTAR ........................................................................................................................... i
DAFTAR
ISI ........................................................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 2
D.
Manfaat
Penulisan ...................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN .............................................................................................................. 3
A. Pengertian Metode Ceramah................................................................................... 3
B. Langkah-Langkah yang di Perlukan Oleh Guru Dalam
Menerapkan Metode Ceramah
6
C. Kelebihan dan Kelemahan Metode Ceramah....................................................... 8
D. Penerapan Metode Ceramah................................................................................. 9
BAB III
PENUTUP .................................................................................................................. 12
A. Kesimpulan ......................................................................................................... 12
B. Saran ................................................................................................................... 14
DAFTAR
PUSTAKA ..................................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan
kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu,
perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya
terjadi sejalan dengan perubahan kebudayaan kehidupan. Perubahan dalam arti
perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus-menerus dilakukan sebagai
antisipasi kepentingan masa depan.
Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional pemenrintah telah menyelenggarakan
perbaikan-perbaikan peningkatan mutu pendidikan pada berbagai jenis dan
jenjang. Namun fakta di lapangan belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal (sekolah) dewasa ini
adalah masih rendahnya daya serap peserta didik, hal ini tampak dari hasil
belajar peserta didik yang senantiasa masih sangat memprihatinkan. Prestasi ini
tentunya merupakan hasil kondisi pembelajaran yang masih bersifat konvensional
dan tidak menyentuh ranah dimensi peserta didik itu (belajar untuk belajar).
Untuk membantu siswa memahami konsep-konsep dan memudahkan guru dalam
mengajarkan konsep-konsep tersebut diperlukan suatu pendekatan pembelajaran
yang langsung mengaitkan materi konteks pelajaran dengan pengalaman nyata dalam
kehidupan sendiri.
Persoalan sekarang adalah bagaimana menemukan cara yang terbaik untuk
menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan sehingga siswa dapat menggunakan
dan mengingat lebih lama konsep tersebut.
Pada makalah ini akan dibahas metode yang biasa dipakai di sekolah formal dalam
menyampaikan materi kepada anak didik yakni Metode Ceramah..
Namun akan di temukan kekurangan dan kelebihan pada metode ini, dan perlu di
ketahui bahwa tidak ada metode yang tepat untuk segala situasi dan kondisi.
Untuk itu pendidik di harapakan mampu menyesuaikan materi dengan metode yang
akan di pakai, agar materi tersampaikan dengan baik.
B. Rumusan masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dari latar belakang diatas yaitu :
1.
Apakah pengertian metode ceramah?
2.
Bagaimanakah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh
guru dalam menggunakan metode ceramah?
3.
Apakah kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran
ceramah?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
1. Menganalisis
pengertian metode ceramah.
2. Mendeskripsikan
langkah-langkah yang harus dilakukan guru dalam menggunakan metode ceramah.
3. Menganalisis
kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran ceramah.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu :
1.
kita dapat mengetahui pengertian metode pembeajaran “
ceramah.
2.
kita dapat mengetahui langkah-langkah yang harus
dilakukan oleh guru dalam menggunakan metode ceramah
3.
kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan metode
pembelajaran “ceramah”.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode Ceramah
Metode mengajar ialah cara yang digunakan oleh guru
untuk menyampaikan pelajaran kepada pelajar, karena penyampaian itu berlangsung dalam
interaksi edukatif. Metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang
dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan pelajar pada saat
berlangsungnya pengajaran.
Pengajaran dikatakan efektif bila guru dapat
membimbing anak-anak untuk memasuki situasi yang memberikan pengalaman yang
dapat menimbulkan kegiatan belajar pada anak itu. Guru secara terus menerus
membimbing anak untuk berpartisipasi secara aktif dan tekun mengikuti
pengajaran secara sukarela. Oleh karena itu pengalaman belajar yang diberikan
oleh guru dalam kegiatan demonstrasi harus relevan dengan kehidupan dan ada
kesinambungan dengan pengalaman yang lalu maupun pengalaman yang akan datang.
Ceramah merupakan salah satu metode mengajar yang paling
banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode ceramah ini dilakukan
dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara langsung atau dengan cara lisan.
Penggunaan metode ini sifatnya sangat praktis dan efisien bagi pemberian
pengajaran yang bahannya banyak dan mempunyai banyak peserta didik. Metode
ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama
dijalankan dalam sejarah pendidikan, oleh karena itu metode ini boleh dikatakan
sebagai metode pengajaran tradisional karena sejak dulu
metode ini digunakan sebagai alat komunikasi guru
dalam menyampaikan materi pelajaran.
Anggapan-anggapan
negatif tentang metode ceramah sudah seharusnya patut
diluruskan, baik dari segi pemahaman artikulasi oleh guru maupun penerapannya
dalam proses belajar mengajar disekolah.
Dalam
pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan
alat-alat bantu media pembelajaran seperti gambar dan audio visual lainnya.
Definisi lain
ceramah menurut bahasa berasal dari kata lego (bahasa latin) yang diartikan secara umum dengan “mengajar” sebagai akibat
guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran
dengan menggunakan buku kemudian menjadi lecture method atau metode
ceramah. Metode ceramah itu sendiri pada dasarnya memiliki banyak pengertian dan
jenisnya. Berikut ini beberapa pengertian dari metode ceramah, antara lain :
1 Metode
ceramah adalah penyajian informasi secara lisan baik formal maupun informal.
2 Metode
ceramah menurut Gilstrap dan Martin 1975 : ceramah berasal dari bahasa
latin yaitu Lecturu, Legu ( Legree, lectus) yang berati membaca kemudian
diartikan secara umum dengan mengajar sebagai akibat dari guru menyampaikan
pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan penggunaan
buku.
Metode ceramah yaitu penerapan dan
penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, dengan menggunakan alat bantu mengajar untuk
memperjelas uraian yang disampaikan kepada siswa. Metode ceramah ini sering kita di jumpai pada
proses-proses pembelajaran di sekolah mulai dari tingkat yang rendah sampai ke
tingkat perguruan tinggi, sehingga metode seperti ini sudah dianggap sebagai
metode yang terbaik bagi guru untuk melakukan interaksi belajar mengajar. Satu
hal yang tidak pernah menjadi bahan refleksi bagi guru adalah tentang
efektifitas penggunaan metode ceramah yaitu mengenai minat dan motivasi siswa,
bahkan akhirnya juga berdampak pada prestasi siswa.
Definisi metode
ceramah diatas, bila langsung diserap dan diaplikasikan tanpa melalui pemahaman terlebih
dahulu oleh para guru tentu hasil yang didapat dari penerapan metode ini akan
jauh dari harapan, seperti halnya yang terjadi dalam problematika saat ini.
Hampir setiap guru sejarah menggunakan metode ceramah yang jauh dari
kaidah-kaidah metode ceramah seharusnya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang
pengertian metode ceramah, dapat kita lihat beberapa defenisi yang dikemukakan
oleh para ahli yaitu:
a
Menurut Suryono
Metode ceramah adalah Penuturan atau penjelasan guru secara lisan, di mana
dalam pelaksanaanya guru dapat menggunakan alat bantu mengajar untuk
memperjelas uraian yang disampaikan kepada murid-muridnya.
b
Menurut Roestiyah N.K
Metode ceramah adalah Suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan
keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta
masalah secara lisan.
c
Menurut Team Didaktik Metodik
Metode
ceramah adalah Penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas”.
d
Menurut Winarno
Surahmad, M.Ed,
Ceramah adalah penerangan dan
penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, sedangkan peranan murid mendengarkan
dengan teliti, serta mencatat yang pokok dari yang dikemukakan oleh guru.
Dengan berbagai macam pendapat yang penulis paparkan
di atas, maka setelah dianalisa dengan baik dan seksama maka pada dasarnya
pengertian itu sama, yaitu penulis mengambil kesimpulan bahwa metode ceramah
merupakan suatu cara penyampaian informasi dengan lisan dari seorang kepada
sejumlah pendengar di suatu ruangan.
Metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling
banyak digunakan, hal ini mungkin dianggap oleh guru sebagai metode mengajar
yang paling mudah dilaksanakan. Kalau bahan pelajaran dikuasai dan sudah ditentukan
urutan penyampaiannya, guru tinggal menyajikannya di depan kelas. Siswa-siswa
memperhatikan guru berbicara, mencoba menangkap apa isinya dan membuat catatan.
B. Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh guru
dalam menerapkan metode ceramah
Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah metode ceramah
paling populer dikalangan para pendidik. Sebelum metode lain yang dipakai untuk
mengajar, metode ceramah yang paling dulu digunakan, hanya bagaimana
menggunakan metode ceramah yang efektif dan efisien. Oleh karena itu disarankan
agar para pendidik dapat mengikuti langkah-langkah penggunaan metode ceramah di
bawah ini:
1. Melakukan
pendahuluan sebelum bahan baru diberikan dengan cara sebagai berikut:
a) Menjelaskan
tujuan lebih dulu kepada peserta didik dengan maksud agar peserta didik
mengetahui arah kegiatannya dalam belajar, bahkan tujuan itu dapat
membangkitkan motivasi belajar jika bertalian dengan kebutuhan mereka.
b) Setelah itu
baru dikemukakan pokok-pokok materi yang akan dibahas. Hal ini dimaksudkan
agar peserta didik melihat luasnya bahan pelajaran yang akan dipelajarinya.
c) Memancing
pengalaman peserta didik yang cocok dengan materi yang akan dipelajarinya.
Caranya ialah dengan pertanyaan-pertanyaan yang menarik perhatian mereka.
2. Menyajikan
bahan baru dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
a) Perhatian
peserta didik dari awal sampai akhir pelajaran harus tetap terpelihara.
Semangat mengajar memberi bantuan sepenuhnya dalam memelihara perhatian peserta
didik kepada pelajarannya.
b) Menyajikan
pelajaran secara sistematis, tidak berbelit-belit dan tidak meloncat-loncat.
c) Kegiatan
belajar mengajar diciptakan secara variatif, jangan membiarkan peserta didik
hanya duduk dan mendengarkan, tetapi berilah kesempatan untuk berpikir dan berbuat.
Misalnya pelatihan mengerjakan tugas, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, atau
melihat peragaan.
d) Memberi
ulangan pelajaran kepada response, jawaban yang salah dan benar perlu
ditanggapi sebaik-baiknya.
e) Membangkitkan
motivasi belajar secara terus menerus selama perjalanan berlangsung. Motivasi
belajar akan selalu tumbuh jika sesuatu belajar menyenangkan.
f) Menggunakan
media pelajaran yang variatif, yang sesuai dengan tujuan pelajaran.
3. Menutup pelajaran pada akhir
pelajaran. Kegiatan yang perlu diperhatikan pada penutupan itu adalah sebagai
berikut:
a) Mengambil
kesimpulan dari semua pelajaran yang telah diberikan, dilakukan oleh peserta
didik di bawah bimbingan guru.
b) Memberikan
kesempatan pada peserta didik untuk menanggapi materi pelajaran yang telah
diberikan terutama mengenai hubungan dengan pelajaran lain.
c) Melaksanakan
penilaian secara komprehensif untuk mengukur perubahan tingkah laku.
Dalam memberikan suatu ceramah seharusnya menggunakan
gaya percakapan yang antusias, dan ceramah juga harus disampaikan dengan suara
yang cukup nyaring. Banyak guru yang berbicara terlalu lemah, sehingga kelas
gaduh. Hal ini dapat menimbulkan frustasi pada siswa yang tidak pandai
menangkap arti kata-kata yang di ucapkan oleh guru.
Bahaya lain yang tersembunyi yaitu kecenderungan
guru-guru yang biasa menggunakan bahasa yang hanya dipahami oleh kalangan
tertentu. Ini sering dilakukan untuk menunjukan bahwa mereka cerdas,
berpendidikan tinggi. Padahal sebenarnya sebagian besar dari mereka tidak
memahaminya. Seharusnya jika ingin menggunakan kata-kata baru, terlebih dahulu
seorang guru harus memberikan definisinya.
Teknik lain yaitu menggunakan gerakan badan, karena
banyak guru dalam pelaksanaan mengajar hanya terpaku di mejanya. Mereka tidak
pernah berjalan-jalan diantara tempat duduk siswanya. Penceramah seharusnya
bebas bergerak, dengan demikian, ia dapat menarik perhatian siswa-siswanya
(seperti sasaran yang bergerak), disamping dapat juga mengetahui apa yang
sedang dilakukan oleh siswa-siswanya.
Selanjutnya, begitu memulai pelajaran tataplah muka
para siswa adakanlah kontak mata, mereka akan lebih tertarik bila melihat
gurunya memberikan perhatian kepada mereka. Selain itu perlu juga dihindarkan
kebiasaan-kebiasaan bicara yang kiranya dapat mengganggu mereka. Karena bila
digunakan secara berlebihan sudah pasti sangat merugikan. Nada suara yang
monoton pun dapat membelokan perhatian terhadap materi pelajaran.
C. Kelebihan dan kekurangan metode ceramah
Setiap metode pembelajaran yang sering digunakan oleh
para pendidik dalam proses belajar mengajar memilki kelebihan dan kekurangan
tersendiri. Salah satunya seperti metode cerama. Metode ini merupakan metode
pembelajaran yang paling dominan digunakan oleh para pengajar. Walaupun
demikian metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya.
1. Kelebihan Metode Ceramah
Ada beberapa kelebihan sebagai alasan mengapa ceramah
sering digunakan, yaitu:
a) Ceramah
merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan. Murah dalam arti
proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda
dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah,
memang ceramah hanya mengandalkan suara guru, dengan demikian tidak terlalu
memerlukan persiapan yang rumit.
b) Ceramah
dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang
banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu
yang singkat.
c) Ceramah
dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat
mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai dengan
kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
d) Melalui
ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena se-penuhnya kelas
merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
e) Organisasi
kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah
tidak memerlukan setting kelas yang beragam, atau tidak memerlukan
persiapan-persiapan yang rumit. Asal siswa dapat menempati tempat duduk untuk
mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat dilakukan.
2. kelemahan metode ceramah
Di samping beberapa kelebihan di atas, ceramah juga memiliki
beberapa kelemahan, di antaranya:
Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari
ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang
kelemahan yang paling dominan, sebab apa yang diberikan guru adalah apa yang
dikuasainya, sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yang
dikuasai guru.
) Ceramah yang
tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme
b Guru yang
kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah sering dianggap sebagai
metode yang membosankan. Sering terjadi, walaupun secara fisik siswa ada di
dalam kelas, namun secara mental siswa sama sekali tidak mengikuti jalannya
proses pembelajaran, pikirannya melayang ke mana-mana, atau siswa mengantuk,
oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
c Melalui
ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa
yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika siswa diberi kesempatan untuk
bertanya, dan tidak ada seorang pun yang bertanya, semua itu tidak menjamin
siswa seluruhnya sudah paham.
D.Penerapan metode ceramah
Kegiatan guru dan siswa
Pendahuluan
|
a.Kegiatan awal:
Apersepsi, memberikan dorong atau motifasi kepada siswa,
memberikan tujuan pembelajaran kepada siswa, dan menyiapkan materi ajar yang
akan di ajarkan.
|
Siswa memperhatikan apa yang yang di jelaskan oleh
guru dengan seksama
|
Menyampaikan informasi
|
Kegiatan inti:
a. Guru menyuruh siswa untuk
melakukan kajian pustaka atau tentang meteri-maeteri yang akan di ajarnya
dengan membaca terlebih dahulu materi
akidah islam.
b. Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk bertanya tentang materi
yang belum di pahami, tentang materi pelajarana kidah islam.
c. Guru menerangkan sekaligus
menyimpulakan materi tentang akidah islam secara seksama.
|
Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru
|
Pemberian tugas
|
a. Guru memberikan tugas kepada
siswa-siswa berdasarkan materi
yang telah di sampaikan.
b. Guru dan siswa bekerja sama
membahas stugas-tugas yang di berikan guru secara bersama
|
a. Siswa mengerjakan tugas mereka dengan masing-masing
b. Siswa
memperhatikana penjelasan dari guru
|
Evaluasi
|
a. Mengamati dan melakukan pengamatan
belajar siswa satu persatu.
b. Guru memberikan kesempatan kepada
setiap siswa untuk menanggapi materi yang sudah di jelaskan oleh guru.
c. Guru memberikan kesimpulan bersama-sama dengan siswa.
|
a. Masing-masing siswa mengerjakan
tugas dengan saksama
b. Mendengarkan penjelasan atau
kesimpulan dari guru
|
Penutup
|
a. Guru bertanya
kepada setiap siswa untuk menaggapi bagaimana hasil pelajaran hari ini.
b. Guru memberikan tugas rumah yang
harus di kerjakan.
c. Guru
memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil mengerjakan tugas dengan
baik.
d. Memberikan motivasi dan nasehat kepada siswa dan menjelaskan penting nya pendidikan.
e. Guru menutup pelajaran secara
bersama-sama
|
a. Siswa menjawab pertanyaan guru dan
mengenai pembelajaran yang sedang di bahas pada hari ini.
b. Mendengarkan nasehat guru
c. Siswa menerima pengharagaan dari
guru.
|
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan :
1. Metode ceramah merupakan suatu
cara penyampaian informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar
di suatu ruangan.
2. Ceramah merupakan salah satu
metode mengajar yang paling banyak digunakan dalam prosesbelajar mengajar.
Metode ceramah ini dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada
peserta didik secara langsung atau dengan cara lisan. Penggunaan metode ini
sifatnya sangat praktis dan efisien bagi pemberian pengajaran yang bahannya
banyak dan mempunyai banyak peserta didik. Metode ceramah merupakan cara
mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah
pendidikan, oleh karena itu metode ini boleh dikatakan sebagai metode
pengajaran tradisional karena sejak dulu metode ini
digunakan sebagai alat komunikasi guru dalam menyampaikan materi
pelajaran.
3. Dalam penerapan metode ceramah ada
perlu dengan memperhatikan tahap-tahap seperti Melakukan pendahuluan,
Menyajikan bahan/ materi baru dan Menutup pelajaran pada akhir pelajaran.
4. Kelebihan metode ceramah :
Ceramah merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan.
Murah dalam arti proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang
lengkap, berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan.
Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan suara guru, dengan demikian
tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya,
materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya
oleh guru dalam waktu yang singkat.
Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu
ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang
perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena
se-penuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur
menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang
beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit. Asal siswa dapat
menempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat
dilakukan.
5. Kelemahan metode
ceramah
Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah
akan terbatas pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang kelemahan yang
paling dominan, sebab apa yang diberikan guru adalah apa yang dikuasainya,
sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yang dikuasai
guru.
Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat
mengakibatkan terjadinya verbalisme.
Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik,
ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan. Sering terjadi,
walaupun secara fisik siswa ada di dalam kelas, namun secara mental siswa sama
sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran, pikirannya melayang ke
mana-mana, atau siswa mengantuk, oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah
seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika
siswa diberi kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorang pun yang
bertanya, semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.
B. Saran
Dari kesimpulan diatas, maka saran dari penulis
makalahh ini yaitu :
1. Bagi mereka yang terlibat dalam dunia keguruan termasuk
teman-teman mahasiswa bimbingan dan konseling, hendaknya secara antusias
meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan.
2. Sebagai calon pendidik harus Meningkatkan gaya pengajaran
dengan memahami berbagai metode, teknik, dan pendekatan sesuai dengan kondisi.
3. Disamping menggunakan berbagai teknik mengajar, perlu
juga Memanfaatkan teknologi agar terdapat fariasi dalam proses
belajar-mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Suryosubroto, B. 2002. Proses Belajar
Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta
Pidarta,Made. 1990.Cara Belajar Mengajar di Universitas Negara Maju.
Jakarta: Bumi Aksara.
Soetopo, Hendyat. 2005. Pendidikan dan Pembelajaran.
Malang : UMM Press.
Komentar
Posting Komentar